Minggu, 11 Januari 2015

PENCEMARAN UDARA



Pencemaran Udara
Parameter Pencemaran Udara dan Dampaknya Terhadap Kesehatan

      Udara sebagai komponen lingkungan yang penting dalam kehidupan perlu dipelihara dan ditingkatkan kualitasnya sehingga dapat memberikan daya dukungan bagi mahluk hidup untuk hidup secara optimal. Pencemaran udara dewasa ini semakin menampakkan kondisi yang sangat memprihatinkan. Sumber pencemaran udara dapat berasal dari berbagai kegiatan antara lain industri, transportasi, perkantoran, dan perumahan. Berbagai kegiatan tersebut merupakan kontribusi terbesar dari pencemar udara yang dibuang ke udara bebas. Sumber pencemaran udara juga dapat disebabkan oleh berbagai kegiatan alam, seperti kebakaran hutan, gunung meletus, gas alam beracun, dll. Dampak dari pencemaran udara tersebut adalah menyebabkan penurunan kualitas udara, yang berdampak negatif terhadap kesehatan manusia.

      Udara merupakan media lingkungan yang merupakan kebutuhan dasar manusia perlu mendapatkan perhatian yang serius, hal ini pula menjadi kebijakan Pembangunan Kesehatan Indonesia dimana program pengendalian pencemaran udara merupakan salah satu dari sepuluh program unggulan.

      Secara umum definisi udara tercemar adalah perbedaan komposisi udara aktual dengan kondisi udara normal dimana komposisi udara aktual tidak mendukung kehidupan manusia. Bahan atau zat pencemaran udara sendiri dapat berbentuk gas dan partikel. Banyak faktor yang dapat menyebabkan pencemaran udara, diantaranya pencemaran yang ditimbulkan oleh sumber-sumber alami maupun kegiatan manusia atau kombinasi keduanya. Pencemaran udara dapat mengakibatkan dampak pencemaran udara bersifat langsung dan lokal, regional, maupun global atau tidak langsung dalam kurun waktu lama.

      Gas oksigen merupakan komponen esensial bagi kehidupan makhluk hidup, termasuk manusia. Komposisi seperti itu merupakan udara normal dan dapat mendukung kehidupan manusia. Namun, akibat aktivitas manusia yang tidak ramah lingkungan, udara sering kali menurun  kualitasnya.Oleh karena itu dengan dibuatnya makalah  ini diharapkan dapat ditemukan solusi alternatif untuk mengatasi bahayanya pencemaran udara. dan dengan dilaksanakanya solusi alternatif tersebut diharapkan ada beberapa manfaat yang dapat dirasakan misalnya berkurangnya polusi udara,dampak kesehatan yang ditimbulkan akibat pencemaran udara, dampak terhadap tanaman, Tanaman yang tumbuh di daerah dengan tingkat pencemaran udara tinggi dapat terganggu pertumbuhannya dan rawan penyakit, mengurangi efek rumah kaca, hujan asam, kerusakan lapisan ozon.

      Pertumbuhan pembangunan seperti industri, transportasi, dll disamping memberikan dampak positif namun disisi lain akan memberikan dampak negatif dimana salah satunya berupa pencemaran udara dan kebisingan baik yang terjadi didalam ruangan (indoor) maupun di luar ruangan (outdoor) yang dapat membahayakan kesehatan manusia dan terjadinya penularan penyakit.
      Diperkirakan pencemaran udara dan kebisingan akibat kegiatan industri dan kendaraan bermotor akan meningkat 2 kali pada tahun 2000 dari kondisi tahun 1990 dan 10 kali pada tahun 2020.

 Jepang Terselubung Polusi Udara Cina

      Penerbangan dibatalkan, jarak panda
ng berkurang jauh akibat awan pasir yang bertiup ke sejumlah wilayah di Jepang. Warga diimbau untuk memakai masker dan tinggal di rumah.

      Asap kotor berwarna kuning-coklat mulai menyelimuti Teluk Tokyo hari Minggu (10/3), menutupi jembatan Yokohama, dermaga dan distrik Minato Mirai penuh dengan toko, hotel serta kincir ria terbesar di Jepang dengan kabut debu. Banyak warga terlihat tersedak seraya menutupi mulut mereka dengan sapu tangan.


      Akhir pekan lalu Badan Meteorologi Jepang telah memprediksi dampak badai pasir di wilayah utara Cina dan Mongolia terhadap wilayah Kanto di sekitar Tokyo.
      Program berita menayangkan grafik penuh warga menunjukkan perkembangan awan asap saat melintasi Kyushu. Situs Kementerian Lingkungan Jepang hampir kelebihan beban melayani warga yang khawatir dan ingin tahu seberapa serius situasi di permukiman mereka.
Hari Sabtu (9/3), pemerintah kota Fukuoka mengumumkan bahwa jumlah rata-rata polutan beracun di udara berada di atas standar resmi nasional dalam dua hari berturut-turut. Standar ditetapkan pada level 35 mikrogram per meter kubik, tapi kini mencapai 42 mikrogram dan sejak 15 Februari lalu sudah tiga kali melebihi standar.

Jarak pandang berkurang

      Polutan mengurangi jarak pandang di sejumlah bagian wilayah utara Kyushu hingga sependek 6 kilometer akhir pekan lalu dan mendorong pemerintah lokal mengeluarkan peringatan kepada warga untuk tinggal di rumah dan menggunakan masker saat keluar untuk menghindari penghirupan debu. Warga juga diimbau untuk tidak menjemur di luar ruangan serta menghindari berolahraga atau melakukan aktivitas outdoor lainnya.


     Kota-kota di bagian selatan Jepang juga melaporkan kondisi serupa, dengan jarak pandang berkurang hingga 5 kilometer di Matsue, pesisir utara pulau Honshu, dan jarak pandang 8 kilometer di Osaka, Kyoto dan Nagoya.
      Penerbangan terkena dampak berkurangnya jarak pandang, begitu juga dengan layanan kereta cepat dan lalu lintas kendaraan di jalan tol. Badai pasir juga menyebabkan suhu tinggi di berbagai penjuru Jepang. Suhu di Tokyo mencapai 25,3 derajat Celcius - suhu tertinggi untuk bulan Maret sejak tahun 1876 menurut laporan media nasional NHK.


Adidaya polusi

      Majalah berita Shukan Bunshun menyebut  Cina sebagai adidaya polusi dan menyalahkan 300 juta ton limbah non-industri yang dihasilkan Cina setiap tahun, dan hanya 157 juta ton yang diproses secara tepat.
      Majalah mingguan Shukan Taishu menilai kualitas udara yang buruk sebagai penyebab kematian 300 ribu warga Cina setiap tahun dan 600 ribu lainnya masuk rumah sakit karena keluhan pernafasan.
Menteri Lingkungan Jepang dan Cina - serta rekan sejabat mereka dari Korea Selatan, yang juga terkena dampak buruk emisi industri Cina - dijadwalkan bertemu bulan Mei mendatang untuk mencari cara untuk mengurangi polusi udara.

Sumber : google.com